Perpustakaan PWNU Jabar

  • Home
  • Information
  • News
  • Help
  • Librarian
  • Member Area
  • Select Language :
    Arabic Bengali Brazilian Portuguese English Espanol German Indonesian Japanese Malay Persian Russian Thai Turkish Urdu

Search by :

ALL Author Subject ISBN/ISSN Advanced Search

Last search:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Islamku Islam Anda Islam Kita : Agama Masyarakat Negara Demokrasi

Computer File

Islamku Islam Anda Islam Kita : Agama Masyarakat Negara Demokrasi

Abdurrahman Wahid - Personal Name;

Bahwa “Tuhan tidak perlu dibela”, itu sudah dinyatakan oleh Abdurrahman Wahid alias Gus Dur dalam suatu tulisannya yang kemudian menjadi judul salah satu buku kumpulan karangannya yang diterbitkan beberapa tahun la­­lu. Tapi, bagaimana dengan umat-Nya atau manusia pada umum­nya?

“Merekalah yang sebenarnya justru perlu dibela” ketika me­­­re­­ka menuai ancaman atau mengalami ketertindasan dalam se­lu­ruh aspek kehidupan, baik politik, ekonomi, sosial, budaya dan agama. Konsekuensi dari pembelaan, adalah kritik, dan terkadang terpaksa harus mengecam, jika sudah melewati ambang toleransi. “Pembelaan”, itulah kata kunci dalam esai-esai kumpul-an tulisan Abdurrahman Wahid kali ini. Maka, bisa dikatakan, esai-esai ini be­rangkat dari perspektif korban, dalam hampir semua kasus yang dibahas.

Wahid tidak pandang bulu, tidak membedakan agama, etnis, warna kulit, posisi sosial, agama apapun untuk mela­kukannya. Bah­kan, Wahid tidak ragu untuk mengorbankan image sendi­ri—sesuatu yang seringkali menjadi barang mahal bagi mereka yang merasa sebagai po­litisi terkemuka— untuk membela korban yang memang perlu dibela. Maka orang sering terkecoh bahwa seolah Wahid sedang mencari muka ketika harus mengorbankan dirinya sendiri. Munculnya tuduhan sebagai ketua ketoprak, klenik, neo-PKI, dibaptis masuk Kristen, kafir, murtad, agen Zionis Yahudi dan sebagainya, tidak akan menjadi beban bagi dirinya ketika harus membela korban.

Bahkan jika dia sendiri yang jadi korban, tidak akan ragu juga untuk memperjuangkannya, seperti kasus diskriminasi yang dilakukan oleh KPU (Komisi Pemilihan Umum) dalam pemilihan pre­siden 2004. Hanya untuk tidak meloloskan dia menjadi calon pre­siden, KPU mereka­yasa sebuah aturan yang aneh bin diskri­mi­­natif dengan me­lang­gar UUD 45 dan perundangan-undangan yang ada, yang di masa depan yang panjang, mungkin baru akan terasa bahwa hal itu akan menjadi problem besar bangsa Indo­ne­­sia untuk menegakkan demokrasi dan ke­daulatan hukum. Mes­­ki­pun ia selama ini selalu menjadi pembela orang lain, ia ti­dak ambil pusing –ketika dirinya menjadi korban, tak ada yang membantu atau membelanya.

Wahid dalam esai-esainya ini melakukan pembelaan mulai dari Inul Daratista yang dikeroyok oleh para seniman terkemuka di Jakarta dengan alasan agama, Ulil Abshar Abdalla aktivis Islam Liberal yang divonis hukuman mati juga dengan alasan agama Islam oleh para ula­ma terkemuka, sampai ancaman untuk menutup pesantren Al-Muk­min di Ngruki, Solo oleh polisi,meskipun ia tetap mengkritik pandangan Abu Bakar Ba'asyir dan pengikutnya.

Wahid juga melakukan pembelaan terhadap rakyat Irak dan Saddam Hussein dalam berhadapan dengan kejahatann Presiden Ame­rika Serikat George W. Bush Jr., rakyat Palestina yang terus menerus men­jadi bulan-bulanan Israel, serta rakyat tertindas di negara-negara berkembang atas dominasi kapitalis dunia dalam globalisasi. Dan tentu saja, rakyat kecil yang menjadi korban kebi­jak­an pemerintah sendiri. Mereka adalah rakyat Aceh yang terpaksa memilih bergabung dengan GAM, sebagian rakyat Pa­pua yang terpaksa bergabung dengan OPM, serta rakyat Ambon yang menjadi korban rekayasa kekerasan. Begitu juga pemeluk agama minoritas, selalu menjadi subjek pembelaannya.

Satu hal yang dihindari Wahid -yang memproklamirkan diri se­ba­gai pengikut setia Mahatma Gandhi- adalah kekerasan, termasuk yang dilakukan dari pihak korban. Hanya kalau orang Islam diusir dari rumahnya yang sah dengan semena-mena, kata Wahid menurut hukum Islam, mereka baru boleh melakukan kekerasan. Di samping itu, Wahid juga menghindari satu sudut pandang saja dalam melihat banyak hal, termasuk agama. Judul utama buku ini memperlihatkan bahwa pluralitas diutamakan termasuk dalam melihat Islam: “Islamku, Islam Anda, Islam Kita”. Tak ada satu Islam, Islam adalah multi wajah, wajah manusiawi.Pluralitas dalam melihat Islam dan kehidupan, dengan bersan­dar pada etika dan spiritualitas, itulah yang diusulkan Wahid,termasuk untuk mengelola dunia yang terus bergerak ke arah globalisasi ini: untuk perdamaian abadi dan saling menghormati antar bangsa dan antar manusia.

The Wahid Institute dengan senang hati mempersembahkan esai-esai ini yang ditulis Wahid pasca lengser dari kursi kepresi­denan. Wahid Institute berhutang budi kepada banyak pihak,ter­utama kepada harian dan majalah yang tulisan-tulisannya dimuat dalam kumpulan ini; juga kepada mereka yang secara tekun mencatat, menyimpan dan mem­perbaiki jika perlu, atas semua naskah ini. Juga kepada Abdur­rah­man Wahid sendiri yang dengan rela memberikan naskah ini untuk diterbitkan.

Ter­akhir rasa terima kasih yang besar disampaikan kepa­da Dr. M. Syafi’i Anwar Direktur ICIP (International Center for Islam and Pluralism), yang dalam kesibukannya menyelesaikan disertasi doktornya, masih menyempatkan diri untuk membaca, menseleksi dan mem­berikan saran perbaikan serta mensistematisasi dan memberi kata pengantar buku ini. Terima kasih juga disampaikan kepada semua pihak yang tidak bisa disebut satu per satu. Kami hanya bisa mengucapkan se­mo­ga amal ibadah bapak ibu sekalian diterima oleh Allah Swt.


Availability

No copy data

Detail Information
Series Title
Pustaka Gus Dur
Call Number
-
Publisher
Jakarta : The Wahid Insttute., 2006
Collation
xxxvi + 412 halaman: 15,5 x 23,5 cm
Language
Indonesia
ISBN/ISSN
979 - 98737- 0 – 3
Classification
NONE
Content Type
text
Media Type
computer
Carrier Type
other (computer)
Edition
Cetakan I, Agustus 2006
Subject(s)
Sosial
Kemasyarakatan
Specific Detail Info
-
Statement of Responsibility
-
Other version/related
TitleEditionLanguage
Ilusi Ne?ga?ra Islam: Ekspansi Ge?rak?an Islam Trans?na?sio?nal di In?do?ne?siaCetakan I, April 2009id
Gus Dur dan Ilmu Sosial TransformatifCetakan I, Mei 2009id
GUS DUR, NU DAN MASYARAKAT SIPILCetakan I, November 1994id
Prisma Pemikiran Gus DurCetakan I November 1999id
Gus Dur Manusia MultidimensionalCetakan I, Mei 2015.id
Kolom Gus Dur: Pribumisasi IslamEdisi I, Januari 2016id
GUS DUR, NU DAN MASYARAKAT SIPILCetakan I, November 1994id
Prisma Pemikiran Gus DurCetakan I November 1999id
Tabayun Gus DurCetakan I, Mei 1998id
Kolom Gus Dur: Pribumisasi IslamEdisi I, Januari 2016id
File Attachment
Comments

You must be logged in to post a comment

Perpustakaan PWNU Jabar
  • Information
  • Services
  • Librarian
  • Member Area

About Us

Perpustakaan PWNU Jawa Barat ini dikelolah oleh LTNNU Jawa Barat merupakan upaya rintisan untuk mengelola perpustakaan di lingkungan PWNU Jawa Barat baik berupa media cetak maupun digital.

Search

start it by typing one or more keywords for title, author or subject

Keep SLiMS Alive Want to Contribute?

© 2026 — Senayan Developer Community

Powered by SLiMS
Select the topic you are interested in
  • Computer Science, Information & General Works
  • Philosophy & Psychology
  • Religion
  • Social Sciences
  • Language
  • Pure Science
  • Applied Sciences
  • Art & Recreation
  • Literature
  • History & Geography
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Advanced Search